الْقِسْطِ
وقال صلى الله عليه وسلم:
أكرموا العلماء فإنهم عند الله كرماء مكرمون
Manfaatkan hidup di dunia dengan kebaikano untuk kehidupan akhirat agar tidak menyesal kemudian
Istilah fiqh di atas (dalam judul) sering di jumpai dan di alami bagi orang yang tertinggal sholat jum'at di karenakan kelalaian atau hal lain yang menyebabkan orang tersebut tidak dapat menghindari ketertinggalannya untuk sholat jum'at.
Istilah di atas berlaku bagi orang yang tertinggal sholat jum'atnya dan mendapati imam pada saat itu telah melakukan tasyahud, kemudian orang tersebut mengikuti imam bertasyahud, dan pada saat takbiratul ihram orang tersebut berniat sholat jum'at namun orang tersebut harus melanjutkan sholatnya dengan empat rakaat(dzuhur).
Demikianlah berniat sholat jum'at namun melakukan shalat zuhur, berniat tetapi tidak shalat, tidak diniatkan shalat dzuhur namun melakukannya.
Jika istri masih tetap melakukan yang di haramkan oleh syariat agama, setelah di nasihati oleh suami maka dosa dan siksa api neraka akan di tanggung oleh suami.
Demikian ketentuan yang telah di syariaatkan, bagaimanapun suami tetap harus menanggung dosa istri karena suami adalah prmimpin dari istri dan anak-anaknya.
قُلۡ لِّلۡمُؤۡمِنٰتِ یَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِہِنَّ وَ یَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَہُنَّ وَ لَا یُبۡدِیۡنَ زِیۡنَتَہُنَّ اِلَّا مَا ظَہَرَ مِنۡہَا وَ لۡیَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِہِنَّ عَلٰی جُیُوۡبِہِنَّ ۪ وَ لَا یُبۡدِیۡنَ زِیۡنَتَہُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِہِنَّ اَوۡ اٰبَآئِہِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِہِنَّ اَوۡ اَبۡنَآئِہِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِہِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِہِنَّ اَوۡ بَنِیۡۤ اِخۡوَانِہِنَّ اَوۡ بَنِیۡۤ اَخَوٰتِہِنَّ اَوۡ نِسَآئِہِنَّ اَوۡ مَا مَلَکَتۡ اَیۡمَانُہُنَّ اَوِ التّٰبِعِیۡنَ غَیۡرِ اُولِی الۡاِرۡبَۃِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِیۡنَ لَمۡ یَظۡہَرُوۡا عَلٰی عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ ۪ وَ لَا یَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِہِنَّ لِیُعۡلَمَ مَا یُخۡفِیۡنَ مِنۡ زِیۡنَتِہِنَّ ؕ وَ تُوۡبُوۡۤا اِلَی اللّٰہِ جَمِیۡعًا اَیُّہَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
Kemunculan Dajjal sebagai fitnah terbesar umat Islam di akhir zaman telah disebutkan oleh berbagai hadis sahih yang kebenarannya tidak dapat diragukan lagi. Meski tak disebutkan secara rinci mengenai waktu kemunculanya, Rasulullah telah memberikan beberapa isyarat yang menandakan bahwa kemunculan Dajjal Al-Masih telah dekat.

Kekhawatiran umat Islam mengenai kemunculan sosok Dajjal merupakan hal yang sangat wajar. Dilansir dari Buku Al-Yaumul Akhir Al-Qiyamatus Sughro, kedatangan Dajjal merupakan ujian terberat yang pernah ada sepanjang sejarah peradaban manusia. Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqor selaku penulis buku tersebut mengutip sebuah hadis riwayat Imam Muslim yang berbunyi, “Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.”

Pada Buku Huru-Hara Akhir Zaman karya Amin Muhammad Jamaluddin juga disebutkan bahwasannya Dajjal merupakan sosok yang sangat bengis dan kejam, khususnya kepada umat Islam. Sosok ini dicirikan sebagai manusia yang salah satu matanya buta karena cacat dan terdapat tulisan huruf Arab Ka-Fa-Ra tepat di bagian tengah dahinya.

Mengenai ciri tersebut, netter sempat dihebohkan oleh unggahan akun instagram @eye.on.palestine tentang beberapa foto yang memperlihatkan tentara Zionis Israel beberapa waktu lalu. Pada salah satu foto tersebut terlihat seorang tentara Israel yang sedang memanggul tas ransel bertuliskan ‘Infidel’. Pada bagian bawah tulisan tersebut, terdapat huruf arab yang bertuliskan Ka-Fa-Ra sebagaimana yang dicirikan sebagai simbol Dajjal.

Dilansir dari laman kfir-idf.org, kata infidel secara harfiah bermakna seseorang yang tidak percaya kepada ajaran agama tertentu. Kata ini juga bisa diartikan ‘orang yang beragama lain’ atau serupa dengan terminologi kata kafir dalam kepercayaan umat Islam. Kata infidel sendiri berasal dari bahasa Perancis ‘infidele’ atau bahasa Latin ‘infidelis’ yang mulai digunakan dan dikenal secara luas sejak akhir abad ke-15.

Adapun, para tentara yang menggunakan emblem Ka-Fa-Ra tersebut merupakan salah satu pasukan elit bentukan Israel yang bernama Kifr Brigade. Kifr dalam bahasa Yahudi bermakna ‘anak singa’ atau ‘singa muda’. Kifr Brigade merupakan tentara infantri, artinya tentara yang dikhususkan untuk pertempuran darat yang dilengkapi dengan persenjataan ringan untuk pertempuran jarak dekat. Tugas utama mereka ialah memerangi terorisme khususnya yang terjadi di wilayah dekat pemukiman Jalur Gaza.

Tentara Zionis Israel yang notabene adalah bangsa Yahudi adalah sosok utama yang kelak akan menjadi pengikut Dajjal. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim nomer 2944, “Yang mengikuti Dajjal adalah orang Yahudi dari Ashbahan dan jumlahnya ada 70.000 orang dan mereka memakai thilsan (sesuatu yang menutup pundak dan badan).”
Lebih lanjut dijelaskan, tak hanya kalangan bangsa Yahudi di wilayah Israel yang kelak akan menjadi pengikut Dajjal. Kata ‘Ashbahan’ pada hadis tersebut merujuk pada bangsa Yahudi yang tinggal di wilayah Iran dan seringkali bersekutu dengan Israel untuk memerangi kaum muslimin.

Menghadapi kenyataan mengerikan tersebut, Rasulullah telah mengajarkan beberapa amalan yang dapat menyelamatkan kaum muslimin dari kekejaman Dajjal beserta pasukannya. Salah satunya ialah dengan cara berdoa ketika duduk tasyahud di akhir salat menjelang salam. Dalam posisi tersebut seorang muslim dianjurkan untuk berdoa sebagaimana doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim yang bermakna, “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan keburukan Al-Masih Dajjal.”
Sebagaimana Allah Berfirman;
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
لُعِنَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِیسَى ٱبۡنِ مَرۡیَمَۚ ذَ ٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ یَعۡتَدُونَ ٧٨ كَانُوا۟ لَا یَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرࣲ فَعَلُوهُۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُوا۟ یَفۡعَلُونَ ٧٩ تَرَىٰ كَثِیرࣰا مِّنۡهُمۡ یَتَوَلَّوۡنَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ۚ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَهُمۡ أَنفُسُهُمۡ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِمۡ وَفِی ٱلۡعَذَابِ هُمۡ خَـٰلِدُونَ ٨٠ وَلَوۡ كَانُوا۟ یُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِیِّ وَمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمۡ أَوۡلِیَاۤءَ وَلَـٰكِنَّ كَثِیرࣰا مِّنۡهُمۡ فَـٰسِقُونَ ٨١﴾ [المائدة ٧٨-٨١]