Samudra Sandra Cipta Cinta Malleha Batavia
Saat Ini Sungai Purba Yaitu Sungai Citarum Sedang Sakit
https://youtu.be/5eNMe9jhX_gمرتل قراءة القرآن الكريم الشيخ السديس
Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana dengan takjub.
Tak sadar Kyainya sudah berada persis di belakangnya.
"Kamu tahu berapa harga ikan itu?." Tanya Sang Kyai.
google.com, pub-9772754204758374, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-9772754204758374, RESELLER, f08c47fec0942fa0
"Tidak tahu." Jawab di santri.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah !". Perintah Sang Kyai.
Si santripun langsung mempoto ikan dan menawarkannya ke tetangga.
Kemudian si santri kembali menghadap Sang Kyai.
"Di tawar berapa?". Tanya Sang Kyai.
"50.000 rupiah Kyai." Jawab si santri Semangat.
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!." Perintah Sang Kyai lagi.
"Baiklah Kyai." Jawab si santri, kemudian iapun bergegas beranjak pergi ke toko ikan hias.
"Berapa pedagang ikan hias itu menawar?." Tanya Sang Kyai.
"800.000 rupiah Kyai." Jawab si santri dengan gembira, ia mengiravSang Kyai akan menjual ikan itu.
"Sekarang coba tawarkan ikan itu ke si pulan, katakan bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba?". Perintah Sang Kyai lagi.
"Baik Kyai". Jawab si santri.
Kemudian si santri pergi menemui si pulan dan menyampaikan yang di katakan Sang Kyai.
Setelah selesai, ia pulang untuk kembali menghadap Sang Kyai.
"Berapa si pulan menawar ikan itu?". Tanya Sang Kyai.
"50 juta rupiah Kyai
Sambil terkejut sendiri si santri menyampaikan harga satu ikan bisa berbeda-beda.
Lalu Sang Kyai berkata lagi;
"Nak aku sedang mengajarkamu, bahwa kamu hanya akan bisa di hargai dengan benar ketika kamu berada di tempat yang benar dan tepat".
"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.
Mereka yang mengetahui nilaimu itulah yang akan selalu menghargai kamu."
كلنا أشخاص عادي فى نظر من لا يعرفنا
:
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.
وكلنا اشخاص راءىعون فى نظر من يفهمنا
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang mengerti kita
.
وكلنا اشخاص مميزون فى نظر نظر من يحبنا
:
Kita adalah orang yang istimewa di mata orang yang mencintai kita.
وكلنا اشخاص مغرورون فى نظر من يحسدنا
:
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan di mata orang-orangbyang penuh kedengkian terhadap kita.
وكلنا اشخاص سيؤن فى نظر من يحقد علينا
:
Dan kita adalah orang yang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri terhadap kita.
لكل شخص نظرته فلا تتعب نفسك لتحسن عندوالاخرين
:
Setiap orang pada pandangannya masing-masing, maka tidak usah berlelah-lelah berusaha agar terlihat baik di mata orang lain.
يكفيك رضاالله عنك، رضا الناس غاية لا تدرك
:
Cukuplah dengan ridho Allah bagi kita, sungguh mencari ridho manusia itu adalah tujuan semu dan tak pernah tergapai.
ورضا الله غاية
لا تترك ، فاترك مالا يدرك ، وادرك ما لا يترك
:
Sedangkan ridho Allah adalah destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhoan manusia, dan konsentrasi pada ridho Allah.
Ada tambahan sedikit dari ilustrasi insfirasi ini, yang kebetulan terjadi selang tidak lama saya memposting ini.
Berawal dari seorang teman yang sedang mengantar majikan ke sebuah tempat dengan mengendarai roda empat sang majikan.
Di tengah perjalanan, di tengah obrolan sang majikan menanyakan si teman yang sedang menyetir kendaraan roda empat sang majikan;
"Apa ada di antara teman- teman kamu yang merasa di rugikan oleh atasan kamu?". Tanya Sang majikan.
"Ada dan hampir rata- rata rekan di tempat saya bekerja di rugikan oleh majikan dan para staf Anda". Jawab si supir.
"Siapa saja dan orang staf yang mana yang sering merugikan dengan memotong upah kerja, coba tunjukan?"
Tanya sang majikan.
"Rekan-rekan yang sering di potong upah kerjanya hampir semua dan anak buah Anda pun hampir semua memotong uang upah". Jawab si sopir.
Singkat cerita setelah obrolan itu, maka terjadilah sebuah kegaduhan kecil antara rekan- rekan kerja si sopir dan orang- orang staf sang majikan.
Kegaduhan kecil itu terjadi setelah acara buka bersama di kantor para staf sang majikan, dari 20 orang hanya 2 orang rekan saja yang tidak di adukan sering berkata dan meributkan merasa upahnya di kurangi atau di potong.
Namun kegaduhan itu pada akhirnya tidak berlangsung lama dan cepat di selesaikan oleh masing- masing pihak dengan kepala dingin dan pikiran jernih tidak terbawa emosi.
Sebenanya kesalah pahaman itu terjadi di karenakan laporan sang sopir dan seorang mandor yang tidak benar.
Si sopir dan si mandor yang menjadi kompor meledug itu kini menyesali perbuatannya dan para rekan-rekan pun kini sudah memaafkan kelakuan keduanya walaupun belum secara langsung para kompor meledug itu untuk meminta ma'af kepada rekan-rekan yang merasa di fitnah tadi.
Cerita ini benar adanya dan benar terjadi, kebetulan ada kolerasi dengan cerita di atas maka saya posting disini untuk menjadi pelengkap cerita isfirasi.
Kejadian ini harus menjadi pelajaran untuk kita semua agar jangan banyak berbicara sesuatu hal yang tidak di mengerti kepada orang lain yang tidak paham kronologi sebuah kejadian agar tidak berkembang luas dan menjadi fitnah.
Tentunya siapapun tidak ingin di rugikan oleh orang lain, terlebih oleh orang- orang di sekitar kita.
Semoga Allah menjaga kita dari fitnah dan kejelekan seorang yang menjadi kompor meledug.

No comments:
Post a Comment