Kebutuhan dan keperluan Anda semunya tersedia disini, tidak perlu repot-repot pergi keluar untuk mencari sesuatu yang di butuhkan cukup dengan jari-jari Anda semua akan yerkondisikan! Hanya ada disini.Wahai Para Ahli Warist Dan Saudara Seiman Tidakkah Merasa Kasihan Terhadap Mayyit Yang Memanggil- Manggil Ingin Di Kirimi Do'a.
Dari Utsman bin Saudah al-Thafawi, yang ibunya adalah seorang wanita ahli ibadah dan dijuluki ‘wanita rahib’, dia berkata,
“Ketika ajal hampir menjemput ibu, aku menengadahkan kepalanya ke langit.
Maka dia berkata,
“Wahai Simpanan dan pusakaku, yang menjadi sandaran dalam hidupku saat hidupku dan setelah matiku, janganlah Engkau menelantarkan aku saat mati dan janganlah Engkau membiarkan aku di kuburku.”
Tak lama kemudian ibu meninggal dunia. Pada setiap hari Jumat aku menziarahi kuburnya, mendoakan baginya, memohonkan ampunan baginya dan bagi para penghuni kubur. Suatu hari aku bermimpi bertemu dengan ibu. Maka aku bertanya, “Wahai ibu, bagaimana keadaan ibu sekarang?”
“Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu merupakan kesulitan yang amat berat. Tapi alhamdulillah aku sekarang berada di alam barzakh yang terpuji. Di sana kami menebarkan Raihan, bertelekan pada bantal sutra tebal dan tipis, hingga hari berbangkit.”
Aku bertanya, “Apakah ibu ada keperluan terhadap diriku?”
“Ya,” jawabnya.
“Apa itu?” tanyaku.
“Jangan berhenti berziarah dan mendoakan kami, karena aku gembira dengan kedatanganmu pada hari Jumat, yaitu pada saat engkau meninggalkan keluargamu. Pernah dikatakan kepadaku, ‘Wahai wanita rahib, ini dia anakmu datang.
Maka bergembiralah engkau’. Dengan kunjunganmu ini, orang-orang di sekitarku yang sudah meninggal dunia juga merasa senang.”
Dalam Kitab Al-Jami’ul Kabir dijelaskan bahwa hal itu memang terjadi, dan semoga tulisan ini bisa bermanfa’at bagi kita untuk melakukan yg terbaik untuk para arwah keluarga kita dan bahan introspeksi bagi kita dalam menghadapi hidup di alam arwah nanti :
ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﻥ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﺄﺗﻮﻥ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻳﻘﻔﻮﻥ ﺑﺤﺬﺍﺀ ﺑﻴﻮﺗﻬﻢ ﻭﻳﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﺑﺼﻮﺕ ﺣﺰﻳﻦ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻳﺎ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﺃﻗﺎﺭﺑﻲ ﻭﻭﻟﺪﻱ ﻳﺎ ﻣﻦ ﺳﻜﻨﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻨﺎ ﻭﻟﺒﺴﻮﺍ ﺛﻴﺎﺑﻨﺎ ﻭﺍﻗﺘﺴﻤﻮﺍ ﺃﻣﻮﺍﻟﻨﺎ ﻫﻞ ﻣﻨﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺬﻛﺮﻧﺎ ﻭﻳﻔﻜﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻏﺮﺑﺘﻨﺎ ﻭﻧﺤﻦ ﻓﻲ ﺳﺠﻦ ﻃﻮﻳﻞ ﻭﺣﺼﻦ ﺷﺪﻳﺪ ؟ ﻓﺎﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﻳﺮﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺗﺒﺨﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺮﻭﺍ ﻣﺜﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻜﻢ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ ﻭﻛﻨﺎ ﻻ ﻧﻨﻔﻖ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺴﺎﺑﻪ ﻭﻭﺑﺎﻟﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﺍﻟﻤﻨﻔﻌﺔ ﻟﻐﻴﺮﻧﺎ ؛ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﺼﺮﻑ ﺃﻱ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺑﺸﻲﺀ ﻓﻴﻨﺼﺮﻓﻮﻥ ﺑﺎﻟﺤﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺎﻥ . ﺍﻫـ . ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ .
Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya arwah-arwah kaum mu’minin itu setiap malam mendatangi langit dunia dan mereka (arwah) berhenti atau berdiri dengan terompah mereka pada rumah rumah mereka (selama masih hidup) mereka memangil atau menyeru, setiap kali seruan dengan suara susah seribu kali seruan.
Wahai keluargaku, kerabatku dan anak anakku.
Wahai orang yg telah menempati rumahku, dan memakai baju tinggalanku dan yg telah membagi warisan hartaku, adakah darimu seseorang yg ingat padaku dan memikirkan rantauanku (merantau) aku dalam penjara yg sangat lama, dan dalam benteng yg sangat kuat.
Maka kasianilah aku, maka Allah akan menghasihi kalian dan janganlah kamu pelit terhadapku sebelum kalian menjadi seperti aku (mati) wahai hamba-hamba Allah.
Sesungguhnya apa yg utama di tanganmu itu juga di tanganku.
Dan aku tidak menafkahkannya di jalan Allah dan aku tidak menghitungnya serta perduli terhadapnya (harta) dan sekarang manfa’atnya terhadap selainku.
Maka bila kamu tidak memberikan sesuatu pada arwah arwah tadi dg sesuatu, maka mereka para arwah akan pergi dg kerugian dan dia akan tercengah.”
Dalil lain yg lebih jelas bahwa mereka datang pada malam jum’at adalah Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kitab Hadiyatul Ahya’ lil Amwat hal : 184-185, karya Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf bin Ja’far Al-Hakkari (w=486 H) disebutkan :
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﻥ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﺄﺗﻮﻥ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻴﻘﻔﻮﻥ ﺑﺤﺬﺍﺀ ﺩﻭﺭﻫﻢ ﻭﺑﻴﻮﺗﻬﻢ ﻓﻴﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺑﺼﻮﺕ ﺣﺰﻳﻦ : ﻳﺎ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﻭﻟﺪﻱ ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﻭﻗﺮﺍﺑﺎﺗﻲ، ﺍﻋﻄﻔﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺸﻲﺀ، ﺭﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﺫﻛﺮﻭﻧﺎ ﻭﻻ ﺗﻨﺴﻮﻧﺎ، ﻭﺍﺭﺣﻤﻮﺍ ﻏﺮﺑﺘﻨﺎ، ﻭﻗﻠﺔ ﺣﻴﻠﺘﻨﺎ، ﻭﻣﺎ ﻧﺤﻦ ﻓﻴﻪ، ﻓﺈﻧﺎ ﻗﺪ ﺑﻘﻴﻨﺎ ﻓﻲ ﺳﺤﻴﻖ ﻭﺛﻴﻖ، ﻭﻏﻢ ﻃﻮﻳﻞ، ﻭﻭﻫﻦ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﺎﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﺭﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺗﺒﺨﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺪﻋﺎﺀ ﺃﻭ ﺻﺪﻗﺔ ﺃﻭ ﺗﺴﺒﻴﺢ، ﻟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﺣﻨﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻧﻮﺍ ﺃﻣﺜﺎﻟﻨﺎ، ﻓﻴﺎ ﺣﺴﺮﺗﺎﻩ ﻭﺍﻧﺪﺍﻣﺎﻩ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍﺳﻤﻌﻮﺍ ﻛﻼﻣﻨﺎ، ﻭﻻ ﺗﻨﺴﻮﻧﺎ، ﻓﺄﻧﺘﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﻀﻮﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻜﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ، ﻭﻛﻨﺎ ﻟﻢ ﻧﻨﻔﻖ ﻓﻲ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻨﻌﻨﺎﻫﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺼﺎﺭ ﻭﺑﺎﻻً ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﻣﻨﻔﻌﺘﻪ ﻟﻐﻴﺮﻧﺎ، ﻭﺍﻟﺤﺴﺎﺏ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺏ ﻋﻠﻴﻦ ﺍ ، ﻗﺎﻝ : ﻓﻴﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓٍ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀ، ﺍﻋﻄﻔﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺪﺭﻫﻢ ﺃﻭ ﺭﻏﻴﻒ ﺃﻭ ﻛﺴﺮﺓ ﻗﺎﻝ : ﻓﺒﻜﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﻜﻴﻨﺎ ﻣﻌﻪ، ﻓﻠﻢ ﻧﺴﺘﻄﻊ ﺃﻥ ﻧﺘﻜﻠﻢ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺇﺧﻮﺍﻧﻜﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻓﻲ ﻧﻌﻴﻢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﺼﺎﺭﻭﺍ ﺭﻣﻴﻤﺎً ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ، ﻗﺎﻝ : ﺛﻢ ﻳﺒﻜﻮﻥ ﻭﻳﻨﺎﺩﻭﻥ ﺑﺎﻟﻮﻳﻞ ﻭﺍﻟﺜﺒﻮﺭ ﻭﺍﻟﻨﻔﻴﺮ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻳﺎ ﻭﻟﻴﺘﻨﺎ ﻟﻮ ﺃﻧﻔﻘﻨﺎ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ ﻣﺎ ﺍﺣﺘﺠﻨﺎ ﻓﻴﺮﺟﻌﻮﻥ ﺑﺤﺴﺮﺓ ﻭﻧﺪﺍﻣﺔ .
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya ruh-ruh orang mukmin datang setiap malam jumat pada langit dunia.
Lalu mereka berdiri di depan pintu-pintu rumah mereka.
Masing-masing mereka memanggil-manggil dg suara yg memelas:
“Wahai istriku (suamiku), anakku, keluargaku, dan kerabatku! Sayangilah kami dg sesuatu, maka Allah akan merahmati kalian.
Ingatlah kami, jangan kalian lupakan! Sayangilah kami dalam keterasingan kami, minimnya kemampuan kami dan segala apa yg kami berada di dalamnya.
Sesungguhnya kami berada dalam tempat yg terpencil, kesusahan yg panjang dan duka yg dalam.
Sayangilah kami, maka Allah akan menyayangi kalian.
Jangan kalian kikir kepada kami dg memberikan do’a, shodaqoh dan tasbih.
Semoga Allah memberikan rasa nyaman kepada kami, sebelum kalian sama seperti kami. Sungguh rugi! Sungguh menyesal! Wahai hamba Allah!
Dengarkanlah ucapan kami, dan jangan lupakan kami.
Kalian tahu bahwa keutamaan yg berada di tangan kalian sekarang adalah keutamaan yg sebelumnya milik kami.
Sementara kami tidak menfkahkannya untuk ta’at kepada Allah.
Kami tidak mau terhadap kebenaran, hingga ia menjadi musibah bagi kami. Manfa’atnya diberikan kepada orang lain, sementara pertanggung-jawaban dan siksanya diberikan kepada kami”.
MAYYIT- MAYYIT MEMANGGIL DARI DALAM QUBURNYA
Masing-masing mereka memanggil-manggil sebanyak 1000 kali:
“Kasihanilah kami dg satu dirham atau sepotong roti!”
Lalu Rasulullah menangis, dan kamipun (para sahabat) menangis.
Dan kami tidak mampu bicara.
Rasulullah bersabda :
Mereka adalah saudara-saudara kalian yg sebelumnya berada dalam kenikmatan dunia. Dan kini mereka menjadi debu setelah sebelumnya berada dalam kenikmatan dan kegembiraan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Lalu mereka menangis dan mengucapkan kutukan kepada mereka sendiri dan berkata :
“Celakalah kita! Jika kami menafkahkan apa yg kita miliki, maka kita tidak akan membutuhkan ini”. Lalu mereka pulang dg penyesalan”.
Dan juga diterangkan dalam I’anah At Thalibiin :
ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ( 142 2/ ) ﻭﻭﺭﺩ ﺃﻳﻀﺎ ﺇﻥ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺗﺄﺗﻲ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺗﻘﻒ ﺑﺤﺬﺍﺀ ﺑﻴﻮﺗﻬﺎ ﻭﻳﻨﺎﺩﻱ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﺼﻮﺕ ﺣﺰﻳﻦ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻳﺎ ﺃﻫﻠﻲ ﻭﺃﻗﺎﺭﺑﻲ ﻭﻭﻟﺪﻱ ﻳﺎ ﻣﻦ ﺳﻜﻨﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻨﺎ ﻭﻟﺒﺴﻮﺍ ﺛﻴﺎﺑﻨﺎ ﻭﺍﻗﺘﺴﻤﻮﺍ ﺃﻣﻮﺍﻟﻨﺎ ﻫﻞ ﻣﻨﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﺬﻛﺮﻧﺎ ﻭﻳﺘﻔﻜﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻏﺮﺑﺘﻨﺎ ﻭﻧﺤﻦ ﻓﻲ ﺳﺠﻦ ﻃﻮﻳﻞ ﻭﺣﺼﻦ ﺷﺪﻳﺪ ﻓﺎﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﻳﺮﺣﻤﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺗﺒﺨﻠﻮﺍ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺮﻭﺍ ﻣﺜﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻜﻢ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻨﺎ ﻭﻛﻨﺎ ﻻ ﻧﻨﻔﻖ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺴﺎﺑﻪ ﻭﻭﺑﺎﻟﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﺍﻟﻤﻨﻔﻌﺔ ﻟﻐﻴﺮﻧﺎ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﺼﺮﻑ ﺃﻱ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺑﺸﻲﺀ ﻓﺘﻨﺼﺮﻑ ﺑﺎﻟﺤﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺎﻥ ﻭﻭﺭﺩ ﺃﻳﻀﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﺇﻻ ﻛﺎﻟﻐﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﻐﻮﺙ ﻳﻨﺘﻈﺮ ﺩﻋﻮﺓ ﺗﻠﺤﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﺑﻨﻪ ﺃﻭ ﺃﺧﻴﻪ ﺃﻭ ﺻﺪﻳﻖ ﻟﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻟﺤﻘﺘﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ .
Ada hadits juga sesungguhnya arwahnya orang mukmin datang disetiap malam jum’at ke langit dunia dan berdiri dekat rumah mereka dan memanggil-manggil penghuni rumah dg suara yg sedih sampai 1000x
“Wahai keluargaku, wahai kerabatku, wahai anakku wahai orang yg menempati rumahku dan memakai pakaianku dan membagi harta-hartaku apakah salah satu diantara kalian ada yg ingat pada kami.
Adakah yg memikirkan ketidak adaannya kami, kami berada dalam penjara yg panjang/lama dan benteng yg kuat, kasihilah kami maka Allah akan mengasihi kalian dan janganlah kalian kikir sebelum kalian menjadi seperti kami wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya anugrah yg kalian raih/terima itu juga ada pada kami dan kami tidak menginfakkannya dijalan Allah sedangkan hisab dan cobaan itu menimpa kami sedangkan kemanfa’atan itu untuk selain kami.
” Maka jika arwah-arwah tersebut tidak memperoleh apa-apa maka arwah-arwah tersebut memperoleh kerugian. Juga ada hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sesungguhnya beliau berkata,
“Tidaklah ada seorang mayyit dikuburannya kecuali seperti orang yg tenggelam yg minta pertolongan dia menanti kiriman do’a dari anaknya, saudaranya atau temannya, ketika ia mendapatkannya maka ia sungguh bahagia mengalahkan kebahagiaan dunia seisinya.
Untuk itu marilah kita do’akan, bacakan yasin dan lainnya agar mereka tenang mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Ta’ala pada setiap malam dan khususnya malam jum’at. Aamiin
Demikian Asimun Ibnu Mas’ud menyampaikan semoga bermanfa’at. Aamiin
Dari Utsman bin Saudah al-Thafawi, yang ibunya adalah seorang wanita ahli ibadah dan dijuluki ‘wanita rahib’, dia berkata, “Ketika ajal hampir menjemput ibu, aku menengadahkan kepalanya ke langit. Maka dia berkata, “Wahai Simpanan dan pusakaku, yang menjadi sandaran dalam hidupku saat hidupku dan setelah matiku, janganlah Engkau menelantarkan aku saat mati dan janganlah Engkau membiarkan aku di kuburku.”
Tak lama kemudian ibu meninggal dunia. Pada setiap hari Jumat aku menziarahi kuburnya, mendoakan baginya, memohonkan ampunan baginya dan bagi para penghuni kubur. Suatu hari aku bermimpi bertemu dengan ibu. Maka aku bertanya, “Wahai ibu, bagaimana keadaan ibu sekarang?”
“Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu merupakan kesulitan yang amat berat. Tapi alhamdulillah aku sekarang berada di alam barzakh yang terpuji. Di sana kami menebarkan Raihan, bertelekan pada bantal sutra tebal dan tipis, hingga hari berbangkit.”
Aku bertanya, “Apakah ibu ada keperluan terhadap diriku?”
“Ya,” jawabnya.
“Apa itu?” tanyaku.
“Jangan berhenti berziarah dan mendoakan kami, karena aku gembira dengan kedatanganmu pada hari Jumat, yaitu pada saat engkau meninggalkan keluargamu. Pernah dikatakan kepadaku, ‘Wahai wanita rahib, ini dia anakmu datang. Maka bergembiralah engkau’. Dengan kunjunganmu ini, orang-orang di sekitarku yang sudah meninggal dunia juga merasa senang.”
ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
والله الموفق الى أقوم الطريق
ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


No comments:
Post a Comment