Dalam suatu ketika ada pengiriman material sebanyak 15 ton, ke sebuah perusahaan di wilayah Kabupaten Bogor .
Material yang harus di angkut dengan menggunakan dua unit armada satu Giga dan satunya lagi CDD.
Saya adalah orang yang mengendarai armada Cold diesel Canter, untuk armada Giga di kemudikan oleh rekan saya bernama Aep.
Singkat cerita kami berdua datang ke sebuah perusahaan tempat mengirim barang material produksi tersebut persisnya di pagi hari jam 08:15 WIB, kemudian kami berdua mendatangi pos security untuk melaporkan kedatangan kami dan menyerahkan surat jalan dari perusahaan pemilik material yang kami bawa.
Setelah selesai proses lapor, kami berduapun di persialhkan masuk ke dalam perusahaan dan du perintahkan agar segera memarkirkan armada kami di tempat parkir yang telah tersedia.
Namun ketika kami akan memarkirkan armada kami tidak kami sangka di dalam tempat parkir telah ada dua unit armada satu oerusahaan dengan kami, segeralah saya berinisiatif mencari rekan saya.
Tidak selang lama kamipun saling bertemu, rekan sayapun menceritakan, bahwa mereka dari kemarin datang ke oerusahaan ini untuk mengirim barang namun kemarin tidak sempat di bongkar di karenakan waktu jam kerja telah usai dan menurut security, bongkar barang material bisa di lakukan pada hari besoknya yaitu pada hari ini.
Kemudian kami berempat menunggu di ruang tunggu sopir samil menunggu giliran pemanggilan untuk bongkar barang kami.
Sekitar jam 10:30 beberapa orang security mendatangi kami untuk memberi tahukan pembongkaran barang.
Saya kemudian mempersilakan rekan yang sudah menginap di perusahaan ini, untuk bongkar barang terlebih dahulu.
Singkatnya ketika sudah berada di lodingan atau tempat bongkar barang, sirekan sayapun membuka pntu bok puso yang di kendarainya, segeralah operator porklif mendatangi armada rekan saya untuk membongkar barang namun tidak dapat di lakukan pembongkaran karena tidak memiliki tali untuk menarik barang, akhirnya sirekan saya mendatangi saya untuk meminjam tali penarik kepada saya dan akhirnya barang sebanyak 16 ton pun dapat di bongkar dengan bantuan tali penarik milik saya.
Kemudia setelah selesai bongkar rekan sayapun menanyakan tali penarik yang kuat dan bagus, bila boleh saya beli untuk di jadikan alat penariknya, dengan penuh rasa ihlas dan rasa solidaritas akhirnya tali penarik saya berikan kepadanya untuk di beli seharga 25 ribu rupiah, karena kebetulan saya masih memilikibtali penarik yang satunya lagi.
Tidak di sangka gara-gara tali semua orang kantor menegur saya dan memberikan pilihan satu antara dua, " berdagang atau bekerja", astaghfirullah al adzim, saya rasa ini adalah amat berlebihan reaksi yang du lakukan orang-orang kantor yang terhormat itu, padahal niat saya hanya ingin menolong rekan yang sedang membutuhkan pertolongan saya.
Sudahlah jika ini di anggap kesalahan saya dengan lapang hati dan besar hati saya secara pribado meminta maaf kepada semua orang yang terlibat disini.
Bersambung...

Sabar manis rasa nya didepan mata tp sayang kita gak tau rasa manis itu kita dapat .. !! allah memberi ujian bukan dengan se'orang hamba yg dekat dengan nya aja hamba yg jauh pun pasti di uji .
ReplyDeleteAmbil point baik nya aja
Buang point buruknya
( PR )